Posted by : Unknown 19 June 2014



Munaqosyah, sidang akhir skripsi yang masih menggantung



Berapa banyak orang yang sedang mengerjakan skripsi tapi mangkrak? Kaukah salah satunya? Jangan kawatir gue juga. Tapi kalau dipikir kenapa kita memilih tidak melanjutkan skrpsi kita salah satunya adalah ketakutan menghadapi hal-hal yang akan terjadi ketika kita lulus nanti. Kita harus kerja, kia dituntut ini dituntut itu dan masih banyak lagi hal lainnya.  Lain alasan karena kita belum siap menghadapi sidang skripsi karena ilmu kita masih kurang banyak. Is it true?

Salah satu teman gue pernah nyeletuk pada anak-anak rajin yang 3.5 atau 4 tahun sudah siap untuk sidang skripsi “opo yo wes cukup ilmumu bannjur meh lulus gasik?” atau dalam bahasa indonesianya seperti ini “apa ya sudah cukup ilmu yang kamu dapatkan disini sehingga kamu mau lulus cepat-cepat?” secara kalimat jelas kata ini jleb banget. Bayangin gue aja udah kuliah selama 4 tahun ngerasa kalau ilmu gue masih belum cukup. Dengan kata lain, ilmu yang gue dapat di kampus gue masih sangat sedikit bahkan bisa dibilang gue ngerasa kagag dapat apa-apa dari kampus tercinta.

Tapi kalau dipikir-pikir, ngapain juga kita lama-lama di kampus sampai berkarat jika ilmu tidak hanya berada di kampus? Ilmu tersebar dimana pun men! Lha terus aku kudu milih yang mana? Kalau saja Tuhan mau menumbuhkan semangat yang membara seperti semangatnya naruto atau monkey D. Luffy kepadaku. Tapi toh semangat membara tidak dibuat oleh Tuhan langsung. Tentu Tuhan memberikan semangat melalui diri sendiri dengan melihat keadaan sekitar kita.

Hari ini aku melihat sidang skripsi teman-teman seangkatan. Mereka adalah anak-anak rajin yang selalu 
bekerja keras untuk mencapai gelar sarjana tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan. Walaupun harus dibilang mereka tidak bagus semua . ada yang maju karena nekad juga. Tapi dibilang nekat juga bukan karena mereka sudah membuat penelitian dan juga skripsi. Nah masalah nya kenapa dengan aku? Kenapa aku masih belum membuat skripsi bahkan mengajukan judul saja belum!

Guys semua punya rencana guys. Gue punya rencana dan target dimana gue harus lulus maksimal semester 10. So apakah itu salah? Mungkin teman-teman ku memandang bahwa mendapat nilai bagus dan tepat waktu seperti yang dilakukan raeni yang baru-baru ini menghiasi layar kaca karena prestasinya yang moncer lulud dalam 3.5 tahun dengan IPK 3,96. Cuma terpaut 0,04 men dari IPK sempurna.  apa gue iri? gag tuh.

Terus apa yang gue dicari? kagag lulus lulus setelah bertahun-tahun dikampus. gue nyari nilai? gue nyari pacar?  oh no no no... yang jelas kali ini gue lagi nyari kesempatan untuk membuka relasi terlebih dahulu sehingga ketika lulus ntar, gue kagag kedandapan menghadapi kehidupan yang sebenarnya.

Mungkin pikiran kita beda tapi menurut gue yang diperlukan di masa sekarang ini bukan sebuah ilmu dalam konteks akademis tapi ilmu dalam konteks praksis alias softskill yang perlu dipertegas! So kita punya jalan sendiri-sendiri mari kita jalani!

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

- Copyright © this is marchmaker not matchmaker -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -